Social Icons

Linkin Park

Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Sayangnya sang vokalis Chester Bennington meninggal dunia pada tanggal 20 juli 2017 karena bunuh diri.

Avenged Sevenfold

Avenged Sevenfold (sering juga ditulis A7X) adalah grup musik Hard rock Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 1999. Grup musik ini berasal dari Huntington Beach, California. Anggota Avenged Sevenfold pada saat ini terdiri dari M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Arin Ilejay.

System Of A Down

System Of A Down adalah sebuah band rock dari Glendale, California, Amerika Serikat. Keempat anggota band System of a Down merupakan keturunan etnis Armenia. Tankian dan Dolmayan lahir di lebanon

Crown The Empire

Crown The Empire adalah band Metlacore yang dibentuk tahun 2010 di Dallas, Texaz. Mereka telah merilis satu EP dan dua full-length album , dan telah melakukan tur secara ekstensif .

I Am King

I Am King ialah band bergenre alternatif/indie, rock, elecktro punk, dan metal. Band ini dibuat pada tahun 2010, band ini sudah membuat beberapa album diantaranya Onehundred, Solidarity, Acoustic, Revengeance - EP, I Am King. Lagu yang cukup terkenal ialah Tell Me The Truth. Sayangnya band ini kurang terkenal.

Minggu, 15 November 2015

Contoh Cerpen "Kepergian Saudara"



Kepergian Saudaraku
Oleh: Kemal Yazid Fauzi

Siang itu, selepas aku pulang sekolah biasanya aku selalu pergi ke rumah saudaraku. Namanya Predi atau aku biasa menyebutnya Pidi. Rumahnya kira-kira 20 m dari rumahku.
Di rumahnya biasanya aku selalu bercakap-cakap, main game, bernyanyi, dan mengajaknya untuk bermain ke luar rumah, seperti bermain bola, atau bermain layang-layang.
Ketika aku sampai di rumahnya, aku sempat melihatnya di jendela rumahnya, aku melihat ia sedang tertidur pulas. Mungkin ia kecapean karena tadi ia baru pulang sekolah.
Jadi, setelah aku melihatnya aku membulatkan niatku untuk kembali pulang ke rumah.
Tapi, saat aku hendak melangkahkan kakiku. Aku dipanggil oleh orangtuanya. ”Burhan, mau kemana? Kalau mau main masuk aja, enggak apa-apa. Bangunin aja Pidinya, mungkin ia Cuma ketiduran,sahut orangtuanya kepadaku.
“E-enggak pak, enggak enak pak, lagi tidurkan Pidinya. Kalau dibangunin nanti disangkanya enggak sopan,jawabku.
“Ehh, enggak apa-apa bangunin aja Pidinya. Enggak apa-apa kok. Temenin Pidi kasihan enggak ada temen buat main,kata orangtuanya lagi.
Lalu akupun tidak bisa menolak. ”I-iya pak. Kalu begitu saya masuk dulu yah pak. Assalamu’alaikum,jawabku sambil mencium tanganya.
Setelah itu akupun masuk ke rumahnya, dan memasuki kamarnya sambil mengucapkan. ”Assalamu’alaikum.”
Saat aku masuk ke kamarnya. Kulihat Pidi sedang tertidur, aku pun langsung membangunkannya seraya berkata. ”Pid, bangun Pid. Udah maghrib Pid solat.”
Dengan kagetnya ia pun terbangun sambil berkata. ”Astagfirullah, udah maghrib. Perasaan aku cuma tidur sebentar.”
“Ha, ha, ha, ha,aku pun tertawa geli mendengar jawabannya.
“Astagfirullah ternyata kamu Han, ngagetin aja,kata Pidi gemas.
“He, he, Pid main yuk?” aku mengajaknya.
“Main apa, kemana?” tanyanya.
“Ya, kemana aja main bola atau apalah,jawabku.
“Ah, enggak ah,ia menjawab dengan wajah sedikit sedih.
“Kamu kenapa Pid. Kelihatannya kamu sedang sedih?” tukasku.
E-enggak kok. Enggak ada apa-apa,jawabnya dengan tenang.
“Mendingan kita main gitar saja sambil bernyanyi-nyanyi kaya kemaren,ajaknya, sambil mengalihkan pembicaraan.
“Baiklah,kataku.
Kemudian kami pun bermain gitar sambil bernyanyi dan bercakap-cakap.
Tidak terasa kami bermain. Ternyata hari sudah senja lagi. Aku pun bergegas pulang karena sore itu cuacanya sedang mendung. Benar saja setelah aku sampai di rumah ternyata hujan sudah turun lagi.
Keesokan harinya, kebetulan hari itu hari libur jadi aku bisa datang lebih pagi ke rumah Predi. Kira-kira jam 10 aku pergi ke rumahnya.
Namun, setelah aku sampai di rumahnya. Aku melihat semua jendela dan gordeng di rumahnya semua pada di tutup, lampu luarnya di hidupkan, dan tidak ada satupun sandal di teras rumahnya.
“Ah, enggak ada siapa-siapa kali ya,kataku dalam hati, sambil berjalan bolak-balik. Untuk memastikannya sebelum aku pulang, aku memanggilnya beberapa kali tapi ia tidak menjawabku.
“Mungkin lagi keluar kota kali,kataku lagi dalam hati sambil akan berjalan pulang.
Tapi beberapa saat kemudian, saat aku ingin berjalan pulang orangtuanya memanggilku dan menyuruhku masuk ke dalam rumah. Mungkin ada beberapa perkataan yang akan disampaikannya kepadaku.
Ia mengatakan. ”Burhan, Pidi sudah enggak tinggal di rumah ini, ia pindah ke rumah saudaranya. Ia merasa sudah tidak nyaman tinggal disini, karena banyak orang yang memfitnahnya termasuk temen-temennya yang suka kesini, waktu disini mereka itu baik tapi waktu diluar mereka memfitnah Pidi dan menjelek-jelekan Pidi. Mereka itu seperti musuh dalam selimut. Jadi bapak suruh saja Pidi supaya tinggal di rumah saudaranya daripada tinggal disini setiap harinya pasti ada aja yang menjelekan Pidi, dan karena sebab itu Pidi jadi jarang atau tidak mau keluar rumah, itu juga demi kebaikannya bapak menyuruhnya pindah,itulah beberapa kata yang di ucapkannya sambil menyedot keras-keras rokok kreteknya, dan asap tebal keluar dari mulut dan lubang hidungnya. Ia pun terbatuk-batuk karena asap yang tak terkontrol di lubang pernafasannya, asap menyelubungi wajahnya yang semakin menua.
Lalu, setelah aku mendengarkan perkataannya tadi aku pun kaget dan merasa sedih. Pantas saja kemarin Pidi terlihat sedih ternyata itu masalahnya.
Aku sangat prihatin mendengarnya. Tapi, mungkin setelah ia pindah ke rumah saudaranya kehidupannya akan jauh lebih baik selain disini.
Tapi, setelah kepergiannya aku sangat sedih tidak ada lagi teman seperti dia. Biasanya dia suka membuat orang tertawa tapi sekarang ia sudah pergi meninggalkanku disini.
Setiap kali aku melewat ke rumahnya, aku teringat banyak kenangan manis yang tersimpan di rumah itu. Tapi sekarang rumah itu menjadi sepi, gelap, dan sunyi tanpa Predi disana. Hanya ada dua orang tua yang sudah tidak muda lagi yang tinggal di rumah itu. Mereka pasti sedih dan kesepian ditinggalkan anak semata wayangnya.
Sampai bertemu lagi kawan. Mungkin kemarin adalah pertemuan kita yang terakhir. Tapi, kita pasti akan bertemu lagi nanti dan aku akan selalu mengingatmu saudaraku. See You Again My Brother.

Kamis, 05 November 2015

AvengedNeverDie